Joomla TemplatesBest Web HostingBest Joomla Hosting
Jurnal
Menikmati Indonesia Ala The Changcuters PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Dipa Changcut   
Rabu, 28 Juli 2010 17:00

Apa yang pertama terpikirkan ketika kalian pertama sekali mendengar kata Indonesia? Kalau saya langsung terbayang dengan sebuah negara yang sangat indah, kaya, ramah dan beranekaragam. Kenapa begitu? Jawabannya sangat mudah sebenarnya, kita tinggal mencari tahu tentang negara Indonesia ini melalui internet. Tapi di sini saya akan menceritakan sebagaian besar keindahan, kekayaan dan keramahan melalui pengalaman saya ketika bersama The Changcuters mengunjungi kota-kota di Indonesia. !

Cerita saya akan dimulai dari kota paling barat indonesia yang terdapat di pulau sumatera, yaitu Nanggroe Aceh Darusalam, atau yg lebih kita kenal dengan Aceh. Pertama The Changcuters sampai di kota ini, satu kata yang terucap ‘menakjubkan’, kenapa? karena kota ini sangat indah dengan tatanan kota yang sangat rapih dan bersih. Padahal kota ini sempat porak poranda akibat bencana tsunami, 26 desember 2006 . Kita di sini juga sempat mengunjungi beberapa objek wisata seperti mesjid raya Aceh yg berdiri kokoh, monumen dan museum tsunami. Di Aceh kita juga menikmati berbagai macam makanan yang menggugah selera. roti cane, mie aceh, nasi uduk, nasi goreng menjadi pilihan kita ketika di sana. Malam harinya kita mencoba kopi aceh yang sangat nikmat ditemani oleh beberapa teman kita orang Aceh yang sangat ramah. Kita sempat bertukar informasi dengan mereka. Dan satu hal juga yg membuat kita bangga di sini, ketika kita manggung ternyata penonton antara pria dan wanita di bagi, wanita di sisi sebelah kiri dan pria di sisi sebelah kanan. Hal ini bisa menjadi contoh buat kota-kota lain, agar lebih tertib dalam menonton konser musik dan menghindari hal-hal yang berbau brutalisme. !

Setelah Aceh maka kota yg terdekatnya adalah Medan (Sumatera Utara), kota ini merupakan salah satu kota tua di Indonesia. Masih banyak terdapat bangunan-bangunan tua di sini, sebut saja daerah kesawan. Salah satu nya di kesawan kalian bisa melihat rumah tua “Chong Afi” yang legendaris dan penuh dengan sejarah dan juga di sini kalau kita jalan kaki bisa menikmati suara burung walet dari gedung-gedung tua tersebut. Untuk objek wisatanya medan memilik brastagi (sekitar 2 jam perjalanan) yang merupakan dengan dataran tinggi dengan keindahan pegunungan. Yang terkenal dari brastagi adalah jeruknya. Kemudian Danau Toba (4 jam perjalanan) di sini kita bisa menikmati danau yang sangat besar dengan pemandangan alam yang sangat segar, tempat yang sangat cocok buat berlibur. Kalau berbicara makanan Medan emang menjadi pilihan setiap orang yang datang kesini. Mulai dari pagi hari kita sudah menimati nasi soto “sinar pagi”, terus siang harinya kita menikmati aroma nasi padang dari restoran ‘garuda’ dan malam harinya kita bisa nongkrong-nongkrong di ‘merdeka walk’ atau ‘warkop’ (warung kopi). Bagi kalian yang suka dengan durian, bisa dengan puas untuk menikmatinya bahkan sekarang yang lagi terkenal adalah ‘pancake durian’. Untuk oleh-oleh yang bisa di bawa dari sini banyak sekali, seperti bika ambon, bolu meranti dan juga pancake durian. Kalau katanya sih siapa yang datang ke kota ini pasti akan bertambah berat badannya karena makanan yang mengiurkan itu. Jadi bagi yg tidak mau berat badannya naik jangan pernah datang ke kota Medan. !

Kita lanjut lagi ke kota Padang (Sumatera Barat). Kota yang terkenal dengan jam gadangnya ini sangat identik dengan restoran padang tentunya, kenapa? Karena hampir di setiap kota bahkan di luar negeri selalu ada restoran padang. Tapi anehnya kita di sini ga melihat ada tulisan “retoran padang”, yang ada retoran diikuti dengan namanya. Tatanan kota yang juga sangat rapih dan bersih ini menjadikan kita betah untuk datang kesini. Salah satu kota yang menjadi pilihan kita adalah Bukit Tinggi. Banyak sekali yang bisa kita nikmati sumatera Barat ini, seperti Danau Singkarak yang bisa menjadi pilihan kalian buat liburan. Kota Bonjol di provinsi ini juga merupakan kota yang dilintasi garis khatulistiwa. Berbicara masalah makanan, sudah pasti jangan diragukan lagi kalau di Padang, kita bisa menikmati nasi padang dengan rendang yang sangat nikmat, kemudian ada sate padang, semuanya pasti enak dan jangan pernah ragu untuk memilih tempat makan di kota ini. Untuk membawa oleh-oleh kita bisa membungkus kerupuk sanjau yang sangat terkenal itu untuk pilahan cemilan. !

Bersambung…

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 28 Juli 2010 17:07
 
Catatan dari Tour Sumatera 20-28 November 2009 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh juliuzickboy   
Sabtu, 05 Desember 2009 00:22

Puji syukur alhamdulillah.. Tour Sumatera yang terakhir telah berjalan dengan mulus, lancar, dan kondusif tanpa halangan yang berarti. Beruntung kami mendapat kesempatan untuk menjajal kota-kota menarik yang sebelumnya sama sekali tak kami bayangkan akan dapat kami kunjungi. Dalam perjalanan 2 minggu kemarin (20 - 28 November 2009), Tanjung Pinang, Batam, Bagan Batu, Rantau Prapat, dan Kisaran menjadi daftar kunjungan The Changcuters.

Yang pertama adalah Tanjung Pinang, ibukota Pulau Bintan, tepatnya berada di Kepulauan Riau yang amat mengagumkan. Pada hari Sabtu, tanggal 21 November 2009 The Changcuters menghibur puas para penikmat musik se-Pulau Bintan. Stadion Sulaiman Abdullah penuh sesak malam itu. Menurut panitia, kurang lebih penonton berjumlah 30.000 orang datang untuk menyaksikan penampilan Tria - Qibil - Alda - Dipa dan Erick malam itu. Hebatnya, walau dengan pengamanan seadanya dari TNI AL, namun tidak ada keributan apalagi kerusuhan. Semua penonton dapat menjaga ketertiban.

Esok pagi, Minggu 22 November 2009 The Changcuters juga meresmikan Changcut Rangers Pulau Bintan. Sekitar 70 orang Changcut Rangers yang telah lama menunggu di Hotel tempat The Changcuters menginap juga mendapatkan kesempatan untuk berjumpa dengan idolanya sekaligus berfoto bersama.
Selanjutnya perjalanan ke Batam, kami menyeberang menggunakan Kapal Express. Rombongan The Changcuters yang berjumlah 18 orang + beberapa orang panitia menikmati perjalanan via laut ini. Sesampainya di Batam, kami beristirahat untuk show dimalam harinya. Hari itu juga kami dikejutkan dengan berita sebuah musibah di perairan Kepri yang terjadi dihari yang sama. Turut berduka cita atas korban insiden tenggelamnya Kapal Dumai Express. Ok, malam harinya The Changcuters menghibur para penonton di Stadion Tumenggung dengan tetap maksimal.

Perjalanan berikutnya (23 November 2009) diteruskan ke Sumatera Utara, seluruh rombongan bergerak ke Bandara Hang Nadim untuk melakukan penerbangan ke Medan. Sesampainya di Bandara Polonia kami langsung singgah untuk makan siang di sebuah Restoran ternama di Medan. Siang itu kami semua makan dengan sangat lahap. Kota selanjutnya yang akan kami singgahi adalah Rantau Prapat, perjalanan selama  +/-12 jam berjarak 288 km akan ditempuh menggunakan Bus yang disediakan oleh panitia.
Dan hari itu kami melakukan perjalanan komplit (Laut, Udara, Darat). Haha!

Ok, sesampainya di sebuah Hotel di Rantau Prapat kami langsung mengambil posisi wenak di kamar masing-masing. Dalam perjalanan tour seperti ini kami benar-benar menjaga kondisi fisik kami agar semua berjalan dengan baik dan lancar. Sepanjang hari Senin itu kami manfaatkan untuk beristirahat memulihkan semua stamina yang loyo.

24 November, show dilanjutkan kembali. Kali ini jatahnya Bagan Batu, sebuah Kota Kecamatan di perbatasan Sumatera Utara - Riau. Malam harinya The Changcuters memuaskan hati seluruh penggemar yang ada disana. Dan konser pun berjalan dengan baik serta lancar senantiasa.

Sisa 2 event lagi dalam tour ini. Tanggal 25 November show digelar di Rantau Prapat, sebuah kota yang dikelilingi perkebunan sawit. Warga satu kota dari semua kalangan tumplek di Lapangan Aek Matio malam itu. Semua senang, semua puas. Mereka puas, kami pun puas.

Selepas show (26 November dini hari) kami bergerak lagi ke Medan, kali ini untuk singgah transit. Malam harinya kami semua disuguhi durian yang berlimpah oleh panitia. Esoknya (27 November 2009) adalah hari Raya besar umat Muslim, Idul Adha 1428 H. Paginya kami melakukan shalat Ied di Mesjid Raya Istana Ma'imun Medan. Siangnya bersilaturahmi ke rumah keluarga Dipa, sore harinya bergerak ke Stadion Mutiara, Kisaran Timur, Kab. Asahan. Malamnya pertunjukan pun ditutup dengan performa terbaik dari The Changcuters. Anji Drive yang kebetulan sedang berada di Kisaran malam itu datang ke venue menyaksikan penampilan Tria cs.


Selepas acara, kami pulang ke Medan dan esoknya (28 November 2009) kami semua kembali ke kota asal kami, Bandung.


words by: Yulius Iskandar

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 05 Desember 2009 00:27